Sejak masuknya produk tepung beras buatan pabrik (mayoritas merk Rose Brand), di sekitar awal ahun 2000-an, sejak itulah masyarakat Tomia mulai meninggalkan tradisi tumbu gulupu.

Mengapa?

Berikut ini adalah penuturan Wa Halima (60 tahun), salah satu pebisnis kue karasi di Tomia.

"Yo te tumbu gulupu'a ana, kene sai'a nu karasi, mini mansuananto i molengo anne'emo. Jamani miana te kene kaimo no hada marasai. No pajeremo te mamudha. No parinta te doeno."

Baca juga: Jurnalisme Sastrawi: Prasangka Media terhadap Etnik Tionghoa