Misalnya di acara sukara'a (kematian). Tumbu gulupu biasanya dimulai pada hari ke enam si mati. Masyarakat akan tetap menyebut hari ke enam si mati adalah hari tumbu gulupu'a (te moina tumbu gulupu'a). Tapi pada kenyataannya, tidak ada beras yang ditumbuk pada hari itu.

Baca juga: Cerita Wiwi Saraswati, Gadis Mualaf yang Kini Miliki Klinik Kecantikan

Lalu, bagaimana teknisnya tumbu gulupu ini? Lalu tepungnya dibuat menjadi kue karasi?

Di jaman dulu, sebelum diadakan tumbu gulupu pada keesokan pagi, beras putih sudah direndam sejak malamnya. Beras cukup direndam dengan air saja, tanpa perlu dicuci.

Nanti pada pagi harinya, barulah dicuci, lalu beras ditiriskan. Setelah tiris, barulah ditumbuk di dalam lesung kayu.