Butuh waktu berkisar 15 hari untuk satu lembar kain tenun Buton. Ibu-ibu di daerah ini biasanya menenun setiap hari dan mereka dapat menenun satu hingga dua jam per hari.

Maala mengisahkan, zaman dulu orang-orang tidak asal mengenakan sarung tenun, misalnya tenun jenis samasili dan Boka. Kain tenun dengan ciri khas benang perak dan keemasan berkilau itu diperuntukan bagi laki-laki dan perempuan yang bergelar bangsawan (Ode).

“Dulu orang-orang tidak asal pakai sarung tenun karena masing-masing menunjunkan status dan kedudukannya,” tutur Maala, wanita lansia yang masih aktif menenun sarung Buton, Minggu (9/2/2025).

Warna pada kain sarung tenun Buton, menurut Maala, mereprentasikan elemen-elemen di alam semesta dan ada pula objek di sekitar kita.

Wa Sada, wanita penenun asal Lingkungan Bawean, Kelurahan Sukanaeyo, menyebut jenis tenun Lawu Ogena merupakan sarung tenun dengan warna-warna yang memiliki filosofi pada masing-masing nama sarung.