Alat tenun terdiri dari beberapa komponen, yakni tudakana balida, balida, pando-pando, jangka, kakuti, kusoli, kantaburi, liwuo, dan dopi. Semua alat itu memiliki fungsi masing-masing serta menjadi satu-kesatuan yang tidak terpisahkan.
Kendati demikian, Wa Sada acapkali mendapatkan kendala saat menenun sarung Buton. Salah satunya ialah sering terputusnya benang saat menenun. Namun, hal seperti itu sangat lumrah terjadi dikalangan wanita penenun di daerah ini.
“Kendala membuat sarung tenun Buton ini hanya benang putus saja dan itu bisa diatasi dengan menyambungkannya kembali,” ungkap Wa Sada.
Baca Juga: Gedung Perpustakaan SD Maritim Mola Wakatobi Roboh Diterjang Angin Kencang
Di Pulau Makasar, sarung tenun tetap eksis digunakan pada beberapa momen, seperti acara adat Tuturangiana ndala, alana bulua (akiqah), dan Potala (hantaran lamaran). Lazimnya ibu-ibu di daerah ini datang dengan menggunakan sarung tenun Buton.
