Pertama, akal (kecerdasan). Tidak diragukan lagi orang yang memiliki kecerdasan adalah orang yang beruntung. Lebih-lebih bila kecerdasan yang dimilikinya itu digunakan untuk mendalami al-Islam. Rasulullah SAW bersabda:

"Kecerdasan itu adalah cahaya di dalam hati/kalbu yang dapat membedakan antara yang benar dan yang salah."

Tetapi, memiliki kecerdasan itu juga bisa membuat pemiliknya salah kaprah. Oleh karena itu, yang relevan sangat disarankan untuk melengkapinya dengan sifat wara'. Dengan sifat inilah, yang relevan dinilai dari kemungkinan salah kaprah dalam mengaplikasikan kecerdasan yang dipilih.

Kedua, kemenangan/kesuksesan. Orang yang meraih kemenangan/kesuksesan dapat dikatakan orang yang mujur. Tetapi, kemenangan/kesuksesan yang tidak diikuti syukur dan takut kepada Allah justru akan menjerumuskannya ke neraka.

Maka, orang yang meraih kemenangan/kesuksesan dianjurkan untuk syukur dan takut kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda: