Namun yang berangkat melalui kapal cepat dari Kota Kendari hanya 159 orang. Itulah sampai saat ini sebanyak 159 orang ditambah 2 orang, menjadi 161 orang yang belum memiliki tiket dari HMI Cabang Kendari, Kolaka Utara, Konawe dan lainnya.
“Tadi mereka sudah melakukan orasi untuk tetap masuk, tetapi sesuai arahan dari Direksi Pelni, siapapun tidak boleh masuk ke ruang tunggu pelabuhan sebelum memiliki tiket, lebih-lebih untuk naik ke kapal. Ya itu yang memicu ribut tadi, karena mereka mau masuk tetapi belum memiliki tiket,” tuturnya.
Pihaknya sudah lakukan rapat bersama pemerintah daerah dan hasilnya, untuk 161 orang akan diberikan bantuan dana dan harga tiket Rp 300 ribu, jika ditotal sebanyak Rp 40.300.000 disumbangkan oleh pemda, Pemkot Kota Baubau, Polres, KSOP, dan Pelni untuk membelikan tiket kepada massa HMI sehingga mereka bisa berangkat.
Salah satu anggota HMI, Defin menuturkan, berdasarkan hasil koordinasi seharusnya tidak terdapat kendala mengenai keberangkatan, karena telah diaturkan akan dilaksanakan tanpa kendala.
Baca Juga: Angka Pengangguran di Kota Baubau Capai 5,39 Persen, Pemkot Gandeng Pelajar Bidang Digital
