Keluhan lainnya juga disampaikan oleh seorang guru yang saat ini usianya sudah tidak muda lagi.
Ia mengaku tertekan dengan kepemimpinan Wa Ode Nurhafiah.
Menurutnya, Wa Ode Nurhafiah terlalu bersemangat dalam bekerja. Hal itu diapresiasi namun disayangkan, Wa Ode Nurhafiah tidak memikirkan guru lainnya, khususnya yang usianya sudah tidak muda lagi dan tidak mampu lagi mengikuti ritme kerjanya.
"Kalau dia sudah perintahkan sekarang, ya sekarang. Pokoknya harus. Padahal kemampuan guru beda-beda, apalagi yang sudah oma-oma seperti saya," kata Guru SMP 10 yang tidak ingin menyebutkan namanya.
"Dia menyamakan yang sudah lancar IT (Information Technology) sama yang tidak. Misalnya seperti pembuatan soal kemarin, kita diberikan waktu 2 hari untuk menyetor kalau kita kasian oma-oma mengetiknya lambat. Kalau saya tekananku disini, seharusnyakan dia mengerti kalau kita tidak lancar IT, bukan dia tekan," jelasnya.
