Dalam urusan keadilan, tidak memberi makan orang miskin saja dianggap mendustakan agama. "Bagaimana dengan membunuh si miskin? Dengan cara membunuh cara rezekinya si miskin, sumber makannya kita libas, kita persembahkan pada investor asing?" ungkap Maksum.
Katanya, perundang-udangan yang mengabaikan rakyat kecil dan justru memproteksi pemodal.
Bagi Maksum, itu semua sudah keluar dari semangat reforma agraria. Karena itu, dirinya mengapresiasi Muhammadiyah beserta seluruh unsur civil society yang terlibat dalam rembug nasional.
"Jika teman-teman tidak berteriak, kezaliman bakal dilegalitimasi, pemilikan lahan makin timpang dalam tempo tidak terbatas. Kedaulatan pangan menguap, didasarkan pada impor. Lingkungan hidup terganggu dengan adanya konversi penggunaan. Peran orang kecil makin tidak pasti. Petani kepemilikan lahannya sangat mengkhawatirkan," kata Maksum.
Reporter: Affan Safani Adham
