Ia menambahkan bahwa kebijakan ini menyulitkan banyak pegawai, apalagi yang memiliki keterbatasan fisik.
“Dari dulu kantor itu tempat orang keluar masuk berurusan. Sekarang dipalang, jadi mohon maaf, kasihannya kita yang sudah sakit-sakit lutut harus jalan jauh. Tolong ditinjau itu aturannya,” ujarnya.
Keluhan serupa datang dari pegawai lainnya yang menyoroti minimnya akses bagi pegawai yang memiliki keterbatasan fisik dan harus tongkat untuk berjalan, atau memiliki kondisi kesehatan khusus.
“Tidak bisa begini. Apa dasar dan alasannya diberlakukan kebijakan ini?” protesnya.
Baca Juga: Rapat Dengar Pendapat, Ratusan Nelayan Kembali Kepung DPRD Sultra
