"Saya harap teman-teman pemerhati harus adil dalam memberi presepsi," pintanya.

Bicara kebijakan yang dilakukan Pj bupati, semua berpatokan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pj bupati, kata dia, membenahi Bumi Laworoku, bukan karena selera, melainkan sesuai kebutuhan masyarakat.

"Kehadiran Pj bupati berkah bagi daerah. Kebijakannya berpihak pada masyarakat. Bila ada yang tidak senang, mereka-merekalah yang belum move on," ungkapnya.

Dalam kurun waktu tiga bulan, menurut Sekretaris Dinas Kominfo itu, Pj bupati telah banyak membawa perubahan. Contohnya, birokrasi, telah dilakukan penataan yang telah mengakhiri kegaduhan selama ini. Kemudian pula, yang harus diapresiasi adalah ketika Pj bupati menaikan TPP ASN yang hampir 300 persen.

Nah, persolan masih banyaknya ASN yang malas, bukan berarti kegagalan Pj bupati dalam melakukan pembinaan. Itu semua, kembali pada diri ASN sendiri.