"Menurut saya, wali kota lebih mementingkan segelintir orang dan tidak punya kepekaan terhadap warga miskin," cetusnya.

Terlebih, katanya, sebentar lagi masyarakat menghadapi bulan suci Ramadan yang pastinya warga Kota Kendari yang termasuk kelas menengah ke bawah membutuhkan upah untuk persiapan tersebut.

Baca juga: Hugua: Jangan Tunggu Banyak Korban Baru Ambil Langkah

"Warga miskin kota juga manusia dan bagi umat muslim, bulan suci adalah bulan penuh berkah, bagaimana mereka bisa melaksanakan ibadah puasa jika tidak mencari nafkah," urainya.

Terlebih, munculnya kebijakan Wali Kota Kendari tersebut menimbulkan kepanikan di masyarakat yang pada akhirnya pusat-pusat perbelanjaan dipadati pembeli dan melanggar social distancing dan physical distancing karena menimbulkan kerumunan akibat panic buying.