Ia melanjutkan, saat ini pihaknya tengah membenahi kebun raya UHO untuk melengkapi fasilitas yang ada agar kenyamanan dan rasa aman bagi pengunjung terjaga.

"Mudah-mudahan tahun depan area trackingnya bisa selesai, sehingga masyarakat dapat melakukan olahraga di dalam Kebun Raya UHO," ungkapnya.

Lebih lanjut, Hj Siti Leomo juga menyampaikan, Kebun Raya UHO konsen pada konservasi tumbuhan dengan luas wilayah mencapai 22,8 hektar.

"Kami memiliki tanaman andemik Sulawesi seperi pohon cicaheum, pohon eha, anggrek Sulawesi serta jenis lainnya," katanya.

"Kami juga memiliki lahan Sagu sekitar 3 hektar dan arboretum 1 hektare. Jadi semua ada 22,8 hektar yang ada di UHO," tambanya.