Sampah plastik menjadi sorotan utama, di mana upaya daur ulangnya melibatkan transformasi menjadi pupuk, terutama dari botol plastik. DLH juga berencana untuk mengolah lebih lanjut sampah plastik.

“Penggunaan kompos dari daur ulang sampah organik, seperti sabut kelapa dan daun, juga telah dilakukan. Kompos ini dijual dan didistribusikan di TPA Wakonti, yang memiliki luas pengelolaan sekitar 8 hektare untuk sampah,” tuturnya.

Dengan peningkatan jumlah penduduk yang terus meningkat, volume sampah setiap tahunnya juga mengalami peningkatan. Hal itu menuntut adanya pembakaran sampah, daur ulang sampah, dan upaya-upaya pengelolaan sampah yang lebih efektif.

DLH Baubah mencatat, tahun lalu jumlah sampah mencapai 8 ton per hari, dan proyeksi untuk tahun 2024 menunjukkan peningkatan yang signifikan.

"Kecamatan Betoambari menjadi penyumbang terbesar sampah, mencapai sekitar 2 ton karena menjadi kecamatan terbesar yang didominasi oleh sampah rumah tangga," paparnya.