“Jumlah kecelakaan lalu lintas di Kolaka naik signifikan, dari 120 kasus di 2023 menjadi 174 kasus di 2024. Sebagian besar kecelakaan disebabkan oleh human error, dan banyak korban yang mengalami luka berat hingga meninggal dunia,” ungkap Della, Selasa (31/12/2024).
Lantas Polres Kolaka juga mencatat beberapa wilayah rawan kecelakaan, seperti Wolo dan Pomalaa. Di daerah tersebut, meskipun kondisi jalan relatif bagus, pengendara sering kali memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi yang memicu kecelakaan, terutama di area yang memiliki banyak tikungan tajam.
“Wilayah seperti Wolo dan Pomalaa menjadi titik rawan kecelakaan. Kondisi jalan yang baik justru membuat pengendara tergoda untuk melaju dengan kecepatan tinggi, padahal banyak tikungan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan,” jelas Della.
Della menilai rendahnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan helm sebagai salah satu faktor utama tingginya fatalitas kecelakaan di wilayah tersebut.
“kepolisian terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas, terutama terkait penggunaan helm yang dapat mengurangi risiko cedera fatal,” ujar Della.
