Sayangnya, Ganjar dan PDIP di Jawa Tengah sebelum berbicara meminta mundurnya Gibran, ia melupakan peristiwa besar dari sikap Mahfud MD sebagai pasangannya. Mahfud MD sudah mengeluarkan pernyataannya terlebih dahulu, ia ingin bekerja sebagai Menkopolhukam sampai akhir masa jabatannya, bahkan meski ia terpilih sebagai cawapres.  

Alasan pernyataannya, Mahfud khawatir kerja dan target besar yang sedang dikerjakannya tidak lagi diprioritaskan atau malah diabaikan oleh Menkopolhukam baru. Bahkan, Mahfud juga sebelum dicalonkan sebagai cawapres menyatakan lebih memilih cuti ketimbang opsi mundur.

Ini menunjukkan bahwa Mahfud MD secara pribadi memang senang dan bangga bekerja sebagai Menkopolhukam sebagai pembantunya Presiden Jokowi, dan tentu saja Mahfud ingin mendedikasikan dirinya dengan bekerja dan fokus untuk rakyat.

Kemudian saat ini terjadilah upaya membangun narasi baru agar mundurnya Mahfud MD dapat menghadirkan sentimen negatif kepada pemerintah, dan tentu sasarannya kepada Prabowo-Gibran yang tidak memilih mundur sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) dan Walikota Solo.

Mahfud membangun narasi menyatakan satu pemikiran dengan Ganjar, maupun narasi etis dan moral untuk menyudutkan Gibran maupun narasi negatif terhadap pemerintah.