Berdasarkan cacatan, Presiden Pertama Republik Indonesia, Sukarno beberapa kali menerima kunjungan suku Baduy.

Pada 1950, Sukarno menerima dua orang Baduy di Istana Negara, Jakarta. Foto pertemuannya tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Foto lain koleksi Yayasan Idayu yang tersimpan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) menunjukkan Ibu Negara Fatmawati hadir dalam pertemuan itu.

Tahun berikutnya, pada 1951, dalam kunjungan kedua kalinya ke Banten, Sukarno juga bertemu utusan masyarakat Baduy. Kemudian, pada 3 Juli 1954, Sukarno menerima utusan Baduy bernama Saltiwin dan Darjeuni di Istana Bogor.

Orang Baduy kembali bertemu dengan Sukarno pada 29 Maret 1957 ketika Sukarno berkunjung ke Rangkasbitung (Lebak), Banten.

Partaatmadja, staf Direktorat Publikasi Departemen Penerangan, yang mengikuti kunjungan itu melaporkan dalam Mimbar Penerangan, Tahun VIII, No. 4, April 1957: "Setelah kurang lebih tujuh tahun tak bertemu dengan rakyat Rangkasbitung, Bung Karno merasa sono (kangen), demikian pula sebaliknya rakyat Rangkasbitung merasa sono pula dengan Bung Karno."