Sebelum menyampaikan pidato dalam rapat umum "Persatuan" di alun-alun Rangkasbitung, Sukarno menemui utusan Baduy sebanyak tujuh orang yang diketuai oleh Pak Hasan, mantan lurah di daerah Baduy, dan Pak Katje.

"Sampaikanlah salamku kepada saudara-saudara lainnya dari Baduy yang tak dapat hadir," kata Sukarno kepada Pak Hasan, masih dikutip dari Historia.id.

Baca Juga: Ini Kronologi Peristiwa Rengasdengklok, Penculikan Soekarno-Hatta dan Proklamasi Kemerdekaan

Baca Juga: Ini Deretan Negara Pertama Akui Kemerdekaan Indonesia, Semuanya Negara Islam

Sukarno merupakan presiden yang paling dikenang oleh masyarakat Baduy. Mereka beberapa kali bertemu. Sehingga mereka punya joke soal presiden, sebagaimana dicatat budayawan Radhar Panca Dahana: “Presiden saya Soekarno, kalau Pak Harto kan cuma penggantinya.”