Dilansir dari Kompas.com, ketika berkunjung ke Baduy Dalam pada 2015, Gubernur Banten Rano Karno membuktikannya, Rano juga bercerita tentang masyarakat suku Baduy yang merupakan salah satu kelompok masyarakat yang dia pimpin.
"Beberapa bulan lalu, saya sempat masuk ke wilayah Baduy Dalam. Di sana, tak seorang pun yang kenal saya," ujarnya.
Menurut Rano, warga Baduy Dalam, sesuai hukum adat, tidak melihat televisi dan radio.
"Tetapi, yang mengagetkan saya, ada warga Baduy yang menyimpan dan memasang foto Presiden Soekarno ketika bertemu masyarakat Baduy tahun 1950-an," lanjutnya dalam terbitan Kompas 21 April 2015 yang dikutip J. Osdar dalam tulisannya, "Rano, Jokowi, dan Badui.
Sementara dilansir dari IDNTimes.com, hubungan Sukarno dan Baduy dapat dilihat dari tradisi pelarangan warga asing dari Belanda masuk ke Baduy dalam.
