Selain karena harga kedelai yang mahal, pemicu dari naiknya harga tahu tempe dikarenakan saat membeli dari produsen, ada saja tahu yang rusak atau ukurannya lebih kecil dibanding yang lain.

"Biasanya satu tempat tahu itu tidak utuh, biasanya ada yang tipis, ada juga yang rusak, jadi pusing untuk menjualnya berapa untuk kembalikan modal," kata Sukaji.

Kemudian Sukaji menuturkan bahwa ada beberapa pembeli tidak mau membeli jika tahu ataupun tempe itu tipis ataupun bentuknya kecil.

"Apalagi untuk gorengan, pembeli tahunya tidak mau kalau tidak tebal," ucapnya.

Baca Juga: Minyak Goreng di Pasar Tradisional Konawe Langka dan Mahal, Capai Rp 35 Ribu