MOSKOW, TELISIK.ID - Ketegangan Rusia dan Ukraina kembali meningkat setelah Moskow mengklaim kediaman pribadi Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi sasaran serangan puluhan drone Ukraina.
Di tengah situasi tersebut, Rusia mengumumkan pengerahan sistem rudal hipersonik Oreshnik berkemampuan nuklir ke wilayah Belarus, negara sekutu yang berbatasan langsung dengan Ukraina dan sejumlah anggota NATO.
Kantor berita negara Rusia, TASS, melaporkan bahwa sistem rudal Oreshnik kini telah resmi mulai bertugas di Belarus. Pengerahan ini disebut sebagai bagian dari implementasi perjanjian keamanan bilateral dalam kerangka Negara Persatuan Rusia-Belarus, yang mulai berlaku sejak Maret lalu.
Rekaman video yang dirilis pemerintah Rusia menunjukkan peluncur rudal bergerak melintasi kawasan hutan bersalju, disertai aktivitas kamuflase dan latihan pengamanan.
Presiden Vladimir Putin sebelumnya menyebut Oreshnik sebagai sistem senjata yang sulit dicegat. Ia menekankan rudal tersebut memiliki kecepatan lebih dari sepuluh kali kecepatan suara dan mampu membawa hulu ledak konvensional maupun nuklir. Menurut Putin, daya hancur versi konvensionalnya pun dinilai sangat signifikan.
