MUNA, TELISIK.ID – La Ro (65), warga RT 002, RW 001, Desa Maabhodo, Kabupaten Muna tetap semangat mencari nafkah agar tiga anaknya bisa tetap bersekolah.
La Ro sehari-hari menawarkan jasanya kepada warga Desa Maabhodo yang ingin membersihkan kebun, selain itu ia juga mengolah mentahan ijuk yang ia ambil langsung dari pohonnya.
Ijuk yang dia olah, nantinya akan dijadikan sebagai bahan dasar sapu ijuk oleh perusahaan sapu ijuk rumahan yang ada di Kota Raha. Ia menjualnya dengan harga Rp 30.000 perkilogram.
La Ro sengaja mencari pekerjaan sampingan dengan mengolah mentahan ijuk karena penghasilan yang ia terima sebagai tukang kebun tak menentu. Dia hanya mendapatkan uang jika ada warga yang menggunakan jasanya membersihkan kebun. Itu pun upahnya hanya Rp 50.000 hingga Rp 100.000 untuk satu kebun yang dibersihkannya, tergantung dari lamanya ia bekerja. Ia tidak pernah menentukan besaran upah untuk jasanya, tergantung kebaikan hati pemilik kebun.
“Saya mengolah ijuk karena upah yang saya terima dari membersihkan kebun tidak menentu. Kalau ada yang membutuhkan jasa saya, ya saya kerja. Tapi kalau tidak, berarti tidak ada pemasukan,” kata La Ro saat ditemui di gubuknya yang berukuran 4 × 6 meter, Sabtu (1/8/2020).
