“Rumah saya ini, bahannya diambil dari papan bekas rumah warga yang sudah tidak diperlukan lagi, memang sempit tapi mau diapa, untung listrik rumah ditanggugg sekolah tempat istri saya bekerja,” ungkapnya.
La Ro tidak pernah berniat merenovasi rumahnya dengan alasan kebutuhan anak-anaknya bisa datang sewaktu-waktu, apalagi anak pertamanya sedang dalam tahap penyelesaian studi. Ia takut jangan sampai kebutuhan pendidikan anaknya tidak bisa terpenuhi.
“Bagi saya kebutuhan pendidikan jauh lebih penting. Saya tidak ingin anak-anak berhenti sekolah, pokoknya mereka harus tetap bersekolah,” tekadnya.
Beban La Ro agak sedikit terbantu ketik anak keduanya mendapatkan beasiswa Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidikmisi) dari pemerintah.
“Alhamdulillah, anak saya yang kedua mendapatkan beasiswa sehingga saya menjadi terbantu untuk biaya pendidikannya,” tutupnya.
