Agar anak-anaknya tidak minder terhadap teman sebayanya, La Ro berusaha untuk memenuhi segala kebutuhan mereka termasuk untuk urusan jajan. Ia tak ingin anaknya minder dengan keadaan hidup keluarganya yang serba kekurangan.

“Untuk anak bungsu biar bagaimanapun saya tetap usahakan agar uang jajannya bisa Rp 5.000 perhari,” ungkapnya.

Sementara itu, menurut salah seorang warga Maabhodo yang sering menggunakan jasanya, La Ro adalah sosok yang jujur dan baik. La Ro hanya akan mengambil upah yang sesuai dengan apa yang telah dia kerjakan.

“Saya pernah menawarinya upah Rp 400.000 ketika dia membersihkan kebun saya, tapi dia menolaknya, dengan alasan tidak sebanding dengan rasa capeknya,” ujarnya.

Reporter: Wahyu Pratama