"Susah sekali sekarang dapat bensin. Harus di Pertamina kita pergi beli, mana kalau di Pertamina itu harus mengantre lagi. Waktu setengah hari hanya dipakai untuk mengantre bensin," keluhnya.

Ia menuturkan, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya yang harus mengantar dua anaknya ke sekolah sebelum melanjutkan aktivitas berjualan.

Menurutnya, tidak memungkinkan jika setiap mengantar anak ke sekolah, ia harus terlebih dahulu mengantre bensin di SPBU. Hal itu dikhawatirkan membuat anak-anaknya terlambat masuk sekolah.

"Apalagi kalau sudah ada dua anak yang sedang sekolah. Tidak mungkin saya mengantre dulu bensin setiap mau antar anak sekolah. Bisa-bisa anak-anakku terlambat kasihan ke sekolah," tuturnya.

Di usianya yang menginjak 43 tahun, ia harus membagi waktu antara mengurus kebutuhan keluarga, mengantar anak ke sekolah, dan mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.