"Kalau yang menolak secara terbuka belum ada. Tapi memang dalam pelayanan itu kan ada meja 1 sampai meja 4, meja 1 untuk pendaftaran, meja 2 pemerikasaan kesehatan. Kalau memang dia hipertensi otomatis batal divaksin," jelas Rahminingrum.
Terlepas kendala yang ada, setelah penyuntikan pertama selesai, di hari ke-14 berikutnya mereka akan kembali disuntik vaksin termasuk Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir.
"Karena Bapak Wali Kota disuntik 14 Januari, jadi penyuntikan berikutnya 28 Januari," ungkapnya.
Diketahui, penyuntikan vaksin Sinovac tahap pertama dimulai 14 Januari dengan penyuntikan perdana dilakukan oleh 10 orang tokoh termasuk Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, dilanjutkan kepada 4.750 Nakes di 58 fasilitas kesehatan. (B)
Reporter: Musdar
