Semangat belajar yang tinggi membuat Susanti tak ingin memahami Islam hanya dari satu sudut pandang.
Oleh karena itu, ia mengajak siapa pun yang ingin mengenal Islam untuk tak lelah mencari ilmu, mendalami sumber ajarannya, serta mengoptimalkan akal dalam memahami setiap pelajaran.
“Kalau misalkan ada rekan-rekan yang mungkin berpikir secara logika dan kita menggunakan akal, kita belajar, kita telusuri pelajarannya,” pesannya.
Menurut Susanti, kemajuan teknologi saat ini kian memperluas akses pembelajaran bagi semua orang, tak terkecuali bagi para penyandang disabilitas netra.
“Zaman sekarang ini alat sudah canggih, ilmu bisa didapat di mana saja,” lanjutnya.
