(3).jpg)
Salah seorang pengunjung, Burhan mengatakan, gua Koo sangat indah dengan pemandangan dinding gua yang menjulang tinggi dan pepohonan serta airnya yang berwarna biru jernih bisa menjadi spot foto menarik.
"Kalau ke sini harus menaati peraturan-peraturan yang dibuat juga, seperti tidak boleh mengotori air dan tidak boleh berenang, karena air dalam gua ini digunakan oleh masyarakat setempat untuk di konsumsi. Indahnya tebing-tebing gua tidak buat kita menyesal jauh-jauh datang ke tempat ini," ujar Burhan Jumat (30/6/2023).
Dilansir dari pariwisata.sultraprov.go.id, Nama Koo berasal dari seorang pemuda bernama La Koo. Ketika ia pergi ke dalam hutan dengan maksud mencari akar pohon untuk membuat tali. Pada saat itu ia menemukannya, lalu bermaksud untuk memotongnya. Ketika ia menarik akar tersebut justru dari dalam tanah keluarlah mata air tersebut. Sehingga terbentuklah sebuah lubang besar dan berbentuk gua. Karena peristiwa itulah gua ini mendapatkan namanya.
"Selain jadi destinasi wisata alam dan sumber mata air untuk kehidupan masyarakat sekitar. Gua asri yang satu ini jaga dijaga masyarakat dengan acara adat bernama Katutuhanooe," tulisnya.
