Pengunjung juga akan disuguhi oleh jemuran ikan teri dan cumi-cumi di setiap rumah warga, serta kegiatan para warga, baik kalangan dewasa maupun anak-anak di siang hari yaitu memilah antara ikan teri kecil dan besar. Maka tak heran Pulau Katela juga sering disebut pulau penghasil ikan teri terbanyak di Selat tiworo.
Ikan teri yang telah dipukat itu, warga akan jemur kemudian dijual, sehingga menjadi salah satu penghasilan warga setempat, bahkan ikan teri kering lebih mahal di banding ikan teri basah.
"Kalau sudah musim ikan teri, biasa kami jual sekilo bisa sampai Rp80.000, ikan teri kering lebih mahal apalagi dengan ukuran kecil," ungkap warga setempat, Wa Bunga.
Selan itu, di pulau tersebut pengunjung juga akan disambut ramah oleh penduduk setempat, tak segan warga di Pulau Katela selalu menyiapkan makanan bagi para pengunjung.
Baca Juga: Mengenal Kande-kandea, Tradisi Masyarakat Buton yang Masih Dipertahank
