"Kategori masyarakat yang menerima adalah masyarakat desil 1 sampai 4, atau miskin ekstrem," jelasnya.

Setiap unit rumah dalam program tersebut mendapat alokasi anggaran Rp 50 juta. Pembiayaan berasal dari Rp 20 juta dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Rp 30 juta dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikelola Baznas bersama konsorsium terkait.

"Satu unit itu disiapkan anggaran Rp 50 juta. Rp 20 juta berasal dari APBN, dan Rp 30 juta dari CSR yang dikelola oleh Baznas dan konsorsium," ungkap Punardin.

Program bedah rumah akan menjangkau 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara secara proporsional. Pelaksanaannya melibatkan sejumlah pihak, antara lain Kejati Sultra melalui program Sultra Mengentaskan, Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman Wilayah IV yang dipimpin Eko Soegiharto, serta Lanud Haluoleo.

Peluncuran program dijadwalkan pada 29 September 2026. Agenda tersebut direncanakan diisi arahan dan penyerahan bantuan secara simbolis serta dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kepala Kejati Sultra, Rektor Universitas Halu Oleo, Ketua Baznas, dan pimpinan daerah.