Selain itu, tercatat pula harta bergerak lainnya sebesar Rp 91 juta dan kas serta setara kas sebesar Rp 340.588.645. Utangnya dilaporkan sebesar Rp 69.600.000, sehingga total kekayaan bersihnya mencapai lebih dari Rp 1,4 miliar.
Peningkatan kekayaan Asrun Lio terus berlanjut sebagaimana ditunjukkan dalam laporan terbaru yang disampaikan pada 4 Maret 2025. Laporan ini mencatat total kekayaannya sebesar Rp 2.287.543.641.
Dalam laporan tersebut, ia menjabat sebagai Sekda Provinsi Sultra. Harta tanah dan bangunan yang dimiliki nilainya mencapai Rp 802 juta, yang tersebar di wilayah Kota Kendari dan Bombana.
Dua unit kendaraan yang dimiliki terdiri dari mobil Daihatsu Sirion dan Toyota Yaris, dengan nilai total Rp 225 juta. Harta bergerak lainnya tercatat sebesar Rp 163.500.000 tanpa mencantumkan surat berharga atau harta lainnya.
Sementara itu, kas dan setara kas milik Asrun dalam laporan tahun 2024 tersebut mencapai Rp 1.097.043.641. Tidak terdapat utang yang dilaporkan dalam LHKPN, sehingga total kekayaan sama dengan subtotal yaitu Rp 2.287.543.641.
