Wajah Asli Kapitalisme Utamakan Kepentingan Oligarki

Selalu para pejabat negeri ini mengatakan, semua tindakan pemerintah akan disesuaikan dengan undang-undang yang berlaku, padahal perundang-undangan dalam sistem kapitalis sangat mudah diubah. Semua disesuaikan kepentingan siapa dan kapan waktunya.

Hampir tak ada batasan, terutama ketika pemilik kuasa sesungguhnya, yaitu pemilik modal menghendaki peraturan yang lebih mengakomodir kepentingannya. Itulah mengapa demokrasi bergandeng mesra dengan kapitalisme, sebab sistem politik ini melahirkan sosok pemimpin yang sangat haus kekayaan, untuk dirinya tentu dan bukan untuk rakyat.  

Jika kita berkaca pada negara lain, seperti Malaysia, pada 2018, Perdana Menteri Mahathir Mohamad, memberlakukan  larangan ekspor pasir laut terutama ke Singapura seketika ia usai terpilih.

Jelas, karena pemerintah melihat bahayanya ketika Singapura yang terus menerus memperluas wilayahnya dengan jalan pengerukan pasir laut yang pastinya akan membawa dampak berkelanjutan (kompas.com, 18-9-2224).