JAKARTA, TELISIK.ID - Kasus kekerasan dalam hubungan intim terus terungkap. Dampaknya bukan hanya fisik, tetapi trauma psikologis mendalam yang memicu gangguan stres pascatrauma pada korban secara luas berkelanjutan.
Peristiwa kekerasan dalam relasi personal kerap tersembunyi di ruang privat dan sulit terdeteksi lingkungan sekitar. Banyak korban memilih diam karena rasa takut, malu, atau tekanan dari pelaku yang memiliki kedekatan emosional.
Situasi tersebut membuat dampak psikologis berkembang perlahan tanpa penanganan memadai. Dalam sejumlah laporan kesehatan mental, kekerasan seksual maupun fisik dalam hubungan intim disebut sebagai salah satu pemicu utama munculnya post-traumatic stress disorder atau PTSD.
Melansir Halodoc, Jumat (6/2/2026), PTSD merupakan gangguan mental yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan kejadian traumatis. Kondisi ini tidak hanya dialami korban bencana atau konflik, tetapi juga individu yang mengalami kekerasan seksual.
Tenaga medis menyebut trauma akibat pelanggaran batas tubuh dan persetujuan dapat meninggalkan ingatan mendalam yang sulit dihapus. Dampaknya, korban mengalami ketakutan berulang, kecemasan, serta reaksi emosional yang muncul tiba-tiba saat mengingat peristiwa tersebut.
