Selain gejala psikologis, keluhan fisik juga sering menyertai. Tubuh dapat merespons stres berkepanjangan melalui sakit kepala, kelelahan, gangguan pencernaan, hingga ketegangan otot.
Tenaga kesehatan menyebut kondisi tersebut sebagai dampak hubungan erat antara pikiran dan tubuh. Karena itu, penanganan PTSD tidak hanya berfokus pada aspek mental, tetapi juga kesehatan fisik secara menyeluruh.
Penanganan medis biasanya dilakukan melalui pendekatan terapi psikologis. Psikoterapi dinilai efektif membantu korban memahami kembali pengalaman traumatis tanpa merasa terancam.
Dalam proses ini, pasien didampingi tenaga profesional untuk mengenali pola pikir negatif dan membangun respons yang lebih adaptif. Terapi dilakukan bertahap agar korban merasa aman selama proses pemulihan.
Berikut sejumlah langkah penanganan yang umum direkomendasikan tenaga kesehatan:
