Baca Juga: Titik Jumpa Agama dan Budaya

Efek kekuasaan banyak membuat orang menjadi orogan, muncul egoisme pribadi, ego kolompok dengan pikiran sempit, pandai beretorika. Moderasi tapi prilakunya tidak mencerminkan prilaku Moderasi. Banyak bicara toleransi tapi tidak toleran dengan kelompok lain. Bicara integritas tapi prilakunya banyak menerima gratifikasi.    

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tidak berubah kepribadian dan mentalnya. Dia tetap kuat dalam menghadapi ujian, tetap amanah, jujur dan berakhlak mulia. Seperti yang dicontohkan kepemimpinan dalam Islam yakni kepemimpinan Rasulullah SAW dan para khulafaurasidin dan khalifah seperti Umar bin Abdul Azis. Ini meninggalkan jejak sejarah kekuasaan yang patut diteladani.

Pesan moral yang disampaikan oleh Presiden ke-16 Amrerika Serikat Abraham Lincoln dapat menjadi renungan kita bersama, bahwa ternyata kekuasaan dapat menjadi instrumen menguji watak dan karakter asli seseorang. (*)