Oleh: Efriza

Dosen Ilmu Pemerintahan UNPAM dan Owner Penerbitan

PIDATO Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenai kekuasaan yang tidak dimiliki seseorang untuk selamanya, di dalam puncak HUT ke-25 Partai Demokrat di Jakarta, pada minggu ini, telah berhasil menarik perhatian publik.

Pernyataan itu kemudian berkembang menjadi tafsir politik seperti: AHY sedang mengirimkan sinyal kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa ia siap untuk menjadi pesaingnya, ataukah Partai Demokrat mulai mengambil jarak dengan Pemerintah untuk persiapan Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2029.

Khawatir pidatonya akan dinilai sebagai tanda keretakan hubungan dengan Prabowo. Akhirnya, AHY melakukan klarifikasi secara langsung di hadapan Presiden Prabowo. Ini dilakukannya agar mempersempit ruang spekulasi mengenai hubungan keduanya sedang tidak baik-baik saja.