Kejadian tersebut bermula saat tim penilai dari Dinas Kesehatan melakukan survei kelayakan kantin sekolah, namun terlihat kantin terletak berdekatan dengan WC.

Saat Telisik.id mempertanyakan mengapa tidak menggunakan satu ruangan khusus untuk kantin, salah seorang guru yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, semua kelas terpakai untuk aktivitas belajar mengajar, karena beberapa kelas masuk siang, bertukaran dengan siswa yang masuk pagi.

"Bagaimana kita mau pakai kelas lain sementara ruang kelas saja hanya beberapa, dan ada siswa yang masuk siang, jadi semua kelas terpakai," ungkapnya.

Praktik jual beli jajanan di dalam kelas dilakukan dengan alasan agar para siswa tidak membeli makanan di luar sekolah. Namun terlihat di kantin sekolah masih terjadi aktivitas jual beli.

Proses jual beli di kelas ini juga mengundang kritikan dari orang tua siswa yang mengatakan, para siswa tidak fokus belajar dan guru tidak fokus mengajar karena ada aktivitas jual beli di dalam kelas.