TAIPEI, TELISIK.ID - Pemerintah Taiwan mengambil langkah serius untuk mengatasi kekurangan personel di angkatan bersenjata dengan menaikkan tunjangan bagi anggota militer.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya tekanan militer dari China yang terus mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.
Kenaikan gaji ini diumumkan langsung oleh Presiden Taiwan Lai Ching Te dalam kunjungannya ke markas militer. Pemerintah Taiwan berharap kebijakan ini dapat menarik lebih banyak sukarelawan untuk bergabung dengan angkatan bersenjata serta mempertahankan personil yang sudah ada agar tidak mengundurkan diri lebih awal.
Mulai 1 April, sukarelawan yang terdaftar akan menerima tunjangan tambahan hingga 5.000 dolar Taiwan atau sekitar Rp 2,4 juta per bulan.
Sementara itu, anggota pasukan tempur akan mendapatkan kenaikan lebih dari dua kali lipat dengan tunjangan mencapai 12.000 dolar Taiwan atau sekitar Rp 6 juta per bulan. Jika digabungkan dengan gaji pokok dan tunjangan lainnya, jumlah yang diterima anggota militer dapat mencapai 17.000 dolar Taiwan atau sekitar Rp 8,4 juta per bulan.
