"Tujuannya adalah untuk menstabilkan kemampuan pertahanan dan mendorong anggota layanan sukarela untuk bertahan lama, sambil menarik kaum muda untuk bergabung dengan militer," ujar Kementerian Pertahanan Taiwan dalam pernyataan resminya.
Kebijakan ini dibuat setelah muncul laporan bahwa semakin banyak tentara yang memilih keluar dari kontrak militer mereka lebih awal. Data menunjukkan bahwa jumlah personil militer yang mengundurkan diri secara dini meningkat hampir empat kali lipat dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2020, hanya 401 personil yang keluar lebih awal dari kontrak mereka. Namun, angka ini melonjak drastis menjadi 1.565 orang pada tahun 2024.
Baca Juga: Sepuluh Negara Tak Pungut Pajak Penghasilan Warganya, Ingin Pindah?
Akibat banyaknya anggota militer yang keluar, jumlah personel militer sukarela di Taiwan mengalami penurunan hingga mencapai angka terendah sejak 2018. Pada Juni 2024, jumlah personil militer sukarela yang bertugas hanya 152.885 orang.
