"Keputusan tersebut telah disepakati oleh semua pihak. Dengan catatan, Pemda bekerja sama dengan Pemdes, Pemerintah Kecamatan dan pihak kontraktor membuat pemecah ombak sementara di sisi luar tambat labu nelayan agar perahu mereka sedikit lebih aman," terangnya, Senin (22/11/2021)
Untuk pembuatan pemecah ombak, kata Sekda, Pemerintah Daerah membantu menyiapkan dump truck dan bahan bakar, pihak kontraktor memfasilitasi alat berat, sementara camat, Pemdes, dan nelayan bergotong royong meyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan.
"Seperti Itu kesepakatan kemarin malam. Dan Alhamdulillah semua pihak menerima keputusan tersebut," jelasnya.
Ke depannya Pemkab Kolut, lanjutnya, melalui Dinas Perikanan, telah mengusulkan ke pemerintah provinsi untuk program pembangunan tambat labuh permanen. Proposalnya sudah masuk ke Dinas Perikanan dan Bappeda Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
"Jadi pada prinsipnya baik pihak kontraktor maupun masyarakat nelayan mari sama-sama saling memahami kepentingan daerah sehingga pembangunan bandara Kalaka Utara bisa berjalan dengan baik dan selesai sesuai target yang telah ditetapkan," pungkasnya.
