KENDARI, TELISIK.ID - Menekan angka stunting atau gagal tumbuh akibat kurang gizi pada anak dengan memanfaatkan buah dan sayuran lokal, salah satunya daun kelor yang banyak dijumpai di daerah-daerah.
Penurunan stunting ini merupakan satu program prioritas Provinsi Sulawesi Tenggara, sehingga selalu dikampanyekan dan diberdayakan melalui penyuluhan dan sosialisasi untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui produksi pangan.
Salah satu kegiatan yang dilakukan yakni pemberdayaan kelompok masyarakat di kampung keluarga berkualitas dalam rangka mempercepat penurunan stunting di tingkat provinsi, yang diselenggarakan di Claro Hotel Kendari mulai 22 Juni hingga 24 Juli, yang dihadiri beberapa kepala desa, lurah, kader Dashat dan Kabid pengendalian penduduk penyuluhan dan penggerak.
Dalam kegiatan tersebut turut dibahas terkait pangan di Sulawesi Tenggara, mulai dari keamanan pangan, pengembangan pangan menjadi konsumsi ideal dan melakukan praktik langsung terkait pengolahan daun kelor menjadi pewarna makanan dan olahan makanan martabak. Hal ini sudah diteliti oleh Dosen Kesehatan Masyarakat UHO terkait pemanfaatan daun kelor yang memiliki gizi tinggi.
Baca Juga: BKKBN Sulawesi Tenggara Gandeng Masyarakat Kampung KB Percepat Turunkan Stunting
