Hal itu dilakukan setelah mendapatkan informasi mengenai hasil laboratorium, bahwa positif Corona. Maka keluarga almarhum akan dilacak yang pernah membesuknya saat masih dalam perawatan, karena pasien tersebut sebelumnya melakukan perawatan cuci darah.
"Untuk konfirmasi tidak bisa bicara banyak, karena identitas almarhum ber-KTP Kendari. Yang jelas kami segera tracking kontak, kami tidak bisa buka," singkatnya.
Meski begitu, pihaknya berharap siapapun yang pernah kontak dengan pasien agar sebisa mungkin mengadu atau melaporkan diri kepada tim satgas atau petugas kesehatan.
Sebelumnya, salah satu pasien terkonfirmasi positif COVID-19 meninggal dunia. Pasien asal Kota Kendari itu berjenis kelamin laki-laki, berusia 35 tahun, meninggal Sabtu (11/4/2020) sekitar pukul 02.00 Wita.
