KENDARI, TELISIK.ID – Tudingan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melibatkan Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra diungkap oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sultra, Selasa (25/2/2025).

Tudingan ini didasarkan pada seleksi Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD), yang dianggap penuh dengan rekayasa hasil ujian seleksi lewat computer assisted test (CAT).

Koordinator Pusat BEM se-Sultra, Ashabul Akram, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan adanya indikasi penyalahgunaan anggaran negara yang diduga melibatkan Sekda Sultra.

Ashabul dan kawan-kawan menyebut bahwa praktik nepotisme terjadi pada seleksi TPHD yang mengikutsertakan sejumlah orang yang diduga memiliki hubungan keluarga atau kedekatan dengan Sekda Sultra, Asrun Lio.

Mereka menyebut bahwa sejumlah peserta seleksi yang lulus adalah kerabat dan orang-orang dekat Asrun Lio.