Namun, niat baik itu berakhir tragis. Saat Dedi tertidur, pria asing tersebut menghantam kepalanya dengan batu dan kemudian menikam dada serta perutnya menggunakan badik.

Dalam kondisi terluka parah, Dedi masih sempat mengendarai mobilnya menuju RS Bahteramas untuk mencari pertolongan. Namun, nyawanya tak tertolong setelah tiga hari menjalani perawatan.

"Menurut informasi yang saya dapat, setelah ditusuk dia masih sempat bawa sendiri mobilnya ke RS Bahteramas. Dia memang baik sekali sama orang," ungkap Naswir, salah satu kerabat korban yang juga sopir rute Kendari–Bombana.

Terkait kabar bahwa korban tidak mendapatkan pelayanan kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), KIS, BPJS Kesehatan Cabang Kendari memberikan klarifikasi.

Kepala Bagian SDM, Umum, dan Komunikasi BPJS Kesehatan Cabang Kendari, Ridwansyah, menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian almarhum.