KENDARI, TELISIK.ID - Hasil autopsi terhadap Afrisal (26) warga binaan permasyarakatan (WBP) Rutan Kelas II-A Kendari yang ditemukan meninggal di dalam kamar 4 Blok B, menunjukan tidak ada tanda-tanda unsur kekerasan.
Dokter Umum Klinik Rutan Kelas II-A Kendari, dr. Rachmad, memastikan hasil autposi di RS Bhayangkara atas kematian Afrisal tidak ditemukan adanya tindakan kekerasan.
“Hasil autopsinya itu untuk sementara, yang pertama bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan, tidak ada tanda-tanda penyakit kronik. Lalu hasil tes urine tidak ada penggunaan obat-obatan terlarang dan untuk sementara penyebab kematiannya itu diduga karena mati lemas,” jelas Rachmad saat ditemui telisik.id di kantor Rutan Kelas II-A Kendari, Rabu (3/6/2026).
Kata Rachmad, setiap bulan semua WBP mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Namun, selama menjalani masa tahanan Afrisal sama sekali tidak pernah mengeluhkan ataupun ditemukan masalah serius pada kesehatannya.
Baca Juga: 11 Kandidat Berebut Kursi Rektor UHO, Berikut Jadwal Pemilihan
