Baca Juga: Kisah Pilu Dua Nelayan Asal Buton Dihantam Gelombang Tinggi di Perairan Wabula
Lanjutnya, Safril mengungkapkan kondisi koli-koli (sampan) milik sang Ayah, terbuat dari fiber dengan keadaan utuh dan masih bagus. Hanya saja, pada salah satu penyeimbangan pada sampan (jarangka) mengalami sedikit kerusakan yang belum sempat diperbaiki oleh Hamidu.
Safril menuturkan kondisi cuaca pada Jumat (9/8/2024) yang aman angin berhembus cukup kencang, sebelumnya juga Ia sempat mengimbau sang ayah untuk tidak dulu melakukan aktivitas melaut dikarenakan kondisi cuaca angin kencang seperti saat ini.
Pada satu bulan lalu, sebelum kejadian hilangnya Hamidu di sekitar Perairan Pantai Jodoh, Safil terus menurus dihantui firasat yang kurang baik terhadap kebiasaan ayahnya yang terus menerus turun memancing di sekitar area rompong.
“Satu bulan lalu sudah firasat sama Bapak, seperti ada rasa khawatir ku terus ketika Bapak turun memancing sekalipun keadaan laut tenang,” ungkap Safril saat ditemui telisik di Rumahnya, Kamis (15/8/2024).
