KENDARI, TELISIK.ID - Keluarga menyebut beberapa kejanggalan atas hilangnya salah seorang santri di pondok pesantren yang berlokasi di Desa Ambaipua, Konawe Selatan, bernama Agung Kurniawan (14).

Agung sempat meminta untuk pindah dari pesantren. Keluarga dalam hal ini kakak ke 4 korban, Anugrah menuturkan, selama di pondok, pihak pesantren tidak menyampaikan keadaan korban, namun setelah sang adik dinyatakan menghilang, banyak isu bermunculan.

"Setiap kita tanyakan, bahkan waktu kami minta mau pindahkan, pihak pesantren bilang tidak usah, karena ini anak baik, mendengar, bisa diatur, dan itu berbanding terbalik pernyataannya setelah adik saya menghilang. Banyak bahasa muncul," ungkapnya.

Selain itu, banyak cerita yang disampaikan termasuk sebelum adiknya dinyatakan menghilang sempat cekcok dengan anak pemilik yayasan.

"Ada cerita adeku tidak sengaja injak kepala anak ketua yayasan terus baku pukul, kalah itu yang diinjak, melaporkan sama kakaknya yang lebih tua, itu juga kami pikirkan," ucapnya.