Crowded atau kepadatan yang melebihi kapasitas merupakan masalah yang semakin meluas di sejumlah negara dan tempat penahanan. Ini tentu saja masalah kemanusiaan yang sangat serius, karena secara otomatis berujung pada kondisi penahanan di bawah standar dan seringkali tidak manusiawi.
Puluhan ribu orang terpaksa hidup dalam waktu lama di dalam ruangan yang sesak, dengan ruang untuk bergerak, duduk atau tidur yang tak mencukupi. Hal ini secara serius merongrong kemampuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar para tahanan terkait tempat tinggal, perawatan medis, bantuan hukum dan kunjungan keluarga.
Terjepit di ruangan sempit, seringnya dalam kondisi kebersihan yang buruk dan tak ada privasi, membuat terampasnya kebebasan yang dalam keadaan normal pun sudah membuat tertekan, dan terasa jauh lebih buruk. Situasi ini mengikis martabat manusia dan merusak kesehatan fisik dan mental tahanan, serta prospek reintegrasi mereka.
Selain memberikan beban berlebihan pada infrastruktur, kondisi ini juga meningkatkan potensi ketegangan dan konflik antar tahanan dan dengan para pegawai lapas. Situasi ini dengan cepat menyebabkan kesulitan dalam menjaga ketertiban di dalam penjara, yang selanjutnya mengakibatkan konsekuensi yang berpotensi sangat buruk dalam hal keamanan bagi para tahanan, serta dalam hal pengawasan dan keamanan.
Baca juga: Diskusi Demokrasi di Tengah Pandemi
