KENDARI, TELISIK.ID - Kemarau panjang memaksa pengusaha depot air minum di Kendari mengatur pasokan, menjaga harga jual, dan mencari strategi agar kebutuhan pelanggan tetap terpenuhi.

Anggriani (45), pemilik Depot Air Utama di Lorong Mangkerey, Jalan H.E.A. Mokodompit, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Sulawesi Tenggara, harus mengantre sejak dini hari ketika debit air sumur gali berkurang. Kondisi itu membuatnya perlu menyesuaikan cara memperoleh air baku agar usaha tetap berjalan.

"Kalau musim kemarau, debit air berkurang. Jadi, harus antre di sumber air sumur gali mulai jam dua malam. Kadang juga mengambil langsung air baku dari sumber pengisian menggunakan mobil tangki," kata Anggriani kepada telisik.id, Kamis (15/10/2026).

Usaha yang dirintis sejak 2009 itu awalnya menyasar kebutuhan air minum mahasiswa di sekitar kawasan kampus. Saat itu, jumlah depot air minum di wilayah tersebut masih terbatas, sehingga Anggriani melihat peluang untuk melayani kebutuhan penghuni indekos dan masyarakat sekitar.

Seiring bertambahnya pelanggan, Depot Air Utama melakukan sejumlah pembaruan fasilitas, termasuk menambah tabung filter dan memperbarui etalase. Usaha tersebut kini memiliki dua cabang dengan sekitar 80 persen pelanggan berasal dari kalangan mahasiswa.