Selain melayani pembelian langsung, depot ini memasok air galon untuk sejumlah warung dan kebutuhan harian program Makan Bergizi Gratis (MBG). Permintaan untuk kebutuhan tersebut mencapai sekitar 30 galon per hari.

Di tengah perubahan pasokan air dan persaingan usaha, Anggriani memilih mempertahankan harga jual sebesar Rp 5.000 per galon. Ia tidak menaikkan harga meskipun harus menghadapi antrean air ketika musim kemarau.

"Harganya tetap Rp 5.000, tidak ada kenaikan meskipun musim kemarau. Kami tetap berusaha melayani pelanggan seperti biasa," ujarnya.

Kendala lain yang dihadapi adalah keterbatasan karyawan untuk mengantar galon kepada pelanggan. Sementara itu, jumlah depot air minum di Kendari terus bertambah sehingga pelaku usaha perlu menjaga hubungan dengan pembeli.

Anggriani memanfaatkan Story WhatsApp untuk mempromosikan usahanya. Ia juga berencana beralih dari sistem penyaringan biasa ke teknologi reverse osmosis (RO), yang menggunakan membran untuk menyaring air.