"Kalau sekarang depot air minum sudah banyak sekali, jadi harus rajin promosi lewat Story WhatsApp. Ke depannya, saya juga berencana beralih ke sistem RO," jelasnya.

Berbeda dengan Depot Air Utama, Depot Alula yang dikelola Resti (32) di kawasan Perdos, Jalan H.E.A. Mokodompit, tidak mengalami kekurangan air selama kemarau. Usaha yang telah berjalan sekitar lima tahun itu menggunakan sistem RO dan mengandalkan sumur bor sendiri.

Resti mengatakan, ketersediaan air di depotnya masih mencukupi untuk memenuhi permintaan pelanggan. Penjualan harian terkadang mencapai 100 galon atau lebih, bergantung pada jumlah pembeli.

"Kalau di sini tidak pernah kekurangan air. Kadang 100 galon sehari, kadang juga lebih dari 100 galon," kata Resti.

Untuk menyesuaikan harga dengan kemampuan pelanggan, khususnya mahasiswa, Resti menurunkan harga air galon dari Rp 7.000 menjadi Rp 5.000. Menurutnya, harga yang lebih terjangkau menjadi salah satu pertimbangan dalam melayani pembeli di sekitar kampus.